Minggu, 30 Agustus 2015

INFLASI




TUGAS EKONOMI MAKRO
 INFLASI



 





Oleh :


Arismon Munandar
3213.138



                          SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
TAHUN AKADEMIK 2014/2015


INFLASI
Apa yang terpikir oleh anda ketika mendengar kata inflasi,? kali ini penulis ingin membahas tentang inflasi. Apakah anda tahu apa itu inflasi,? faktor faktor inflasi,? Jenis jenis inflasi,?  penyebab inflasi,? dampak inflasi,? cara mengatasi inflasi dan bagaimana inflasi itu di indonesia. Check it out!!
A.    PENGERTIAN INFLASI
Dalam ilmu ekonom, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
“Dengan demikian inflasi adalah suatu gejala  gejala kenaikan harga barang barang yang sifatnya itu umum dan terus menerus atau suatu keadaan dimana peredaran uang secara umum lebih besar dibandingkan peredaran barang atau terjadi penurunan nilai mata uang di suatu negara pada periode tertentu”.
      Dan dapat dikatakan inflasi apabila ada 3 faktor yaitu, kenaikan harga, bersifat umum, dan terus menerus.
·         Kenaikan Harga
Maksudnya Harga barang dapat di katakana naik jika harganya menjadi tinggi dari harga sebelumnya. Contohnya harga BBM yaitu Rp65,00/ltr pada mingu lalu, sedangkan pada minggu ini harga BBM menjadi Rp85,00/ltr lebih mahal dari minggu kemarin.

·         Bersifat Umum
            Maksudnya kenaik harga suatu barang tidak dapat di katakana inflasi jika naiknya barang tersebut tidak menyebabkan harga-harga secara umum . Contohnya : jika harga BBM naik maka ongkos angkutan umum,bahan-bahan pokok menjadi naik ini baru biasa disebut inflasi.
·         Berlansung Terus Menerus
Maksudnya naiknya harga suatu barang tidak dapat di katakana inflasi jika naiknya barang tersebut terjadinya hanya sesaat, inflasi itu dilakukan dalam rentang minimal bulanan.

B.     JENIS JENIS INFLASI
            Jenis-jenis inflasi bisa kita bedakan berdasarkan tingkat keparahannya, penyebabnya, berdasarkan asal terjadinya dan berdasarkan persentasi atau nominal digit inflasinya
1.      Berdasarkan Tingkat Keparahannyan Atau Laju Inflasi
·         Inflasi rendah
            Inflasi dikatakan rendah jika kenaikan harga berjalan sangat lambat dengan persentase kecil, yaitu di bawah 10% setahun
·         Inflasi sedang
            Suatu negara dikatakan mengalami inflasi sedang, jika persentase laju inflasinya sebesar 10% – 30% setahun.
·         Inflasi tinggi
            Inflasi dikatakan tinggi jika laju inflasinya berkisar 30% – 100% setahun.
·         Hiperinflasi
 Hiperinflasi dapat terjadi jika laju inflasinya di atas 100% setahun. Apabila suatu negara mengalami hiperinflasi, maka masyarakat tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap uang, mereka lebih memilih menukarkannya dengan barang tertentu seperti emas atau menukar dengan mata uang asing.
2.      Inplasi Berdasarkan Penyebabnya
·         Demand-pull inflation
Timbul apabila permintaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktif perekonomian.

·         Cost-push inflation
            Inflasi yang diakibatkan oleh peningkatan biaya selama periode pengangguran tinggi dan penggunaan sumber daya yang kurang efektif.
3.      Inflasi Berdasarkan Asalnya
·         Inflasi karena defisit APBN
             Inflasi jenis ini terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan jumlah uang yang beredar melebihi permintaan akan uang.
·         Imported inflation
            yaitu inflasi yang terjadi di suatu negara, misalnya beberapa barang di luar negeri yang menjadi faktor produksi di suatu negara, harganya meningkat, maka kenaikan harga tersebut mengakibatkan meningkatnya harga barang di negara tersebut.
4.      Inflasi Berdasarkan Persentasi atau Nominal Digit Inflasinya
·         Moderate Low Inflation (inflasi 1 digit)
             Misalnya 1% s.d 9%, biasanya orang masih percaya dan memiliki daya beli dan juga nilai mata uang masih berharga.
·         Galloping Inflation (inflasi dua digit)
            Misalnya 10% s.d 99%, dimana orang mulai ragu, daya beli menurun, nilai mata uang menjadi semakin menurun.
·         Hyper Inflation (inflasi tinggi diatas 100%)
            Adalah proses kenaikan harga-harga yang sangat cepat, yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua atau beberapa kali lipat dalam jangka waktu yang singkat, keadaan seperti ini orang-orang sudah tidak percaya pada mata uang. Dimana nilai nominal uang jadi tidak berharga jika situasi ini terjadi maka pemerintah melakukan Senering yaitu pemotongan nilai uang.

C.    PENYEBAB INFLASI
            Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (demand pull inflation) dan yang kedua adalah desakan biaya ( cost pluss inflation).
             Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter, sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
·         Demand-pull inflation (tarikan permintaan)
            Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa menyebabkan bertambahnya permintaan faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi terjadi karena kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Inflasi yang ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga dikenal dengan istilah demand pull inflation.
·         Cost-push inflation (desakan biaya)
            Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik. Peningkatan biaya produksi itu bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran.

D.    DAMPAK INFLASI
      Inflasi mempunyai dampak terhadap individu maupun bagi kegiatan perekonomian secara luas. Dampak yang ditimbulkan dapat bersifat negatif atau pun positif, tergantung pada tingkat keparahannya.
·         DampakPositif
            Pengaruh positif inflasi terjadi apabila tingkat inflasi masih berada pada persentase tingkat bunga kredit yang berlaku. Misalnya, pada saat itu tingkat bunga kredit adalah 15% per tahun dan tingkat inflasi 5%. Bagi negara maju, inflasi seperti ini akan mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan. Mengapa demikian? Hal ini terjadi, karena para pengusaha/ wirausahawan di negara maju dapat memanfaatkan kenaikan harga untuk berinvestasi, memproduksi, serta menjual barang dan jasa.
·         Dampak  Negatif
            Inflasi yang terlalu tinggi membawa dampak yang tidak sedikit terhadap perekonomian, terutama tingkat kemakmuran masyarakat. Dampak inflasi tersebut, antara lain:
ü  Dampak Inflasi terhadap Pemerataan Pendapatan
ü  Dampak Inflasi terhadap Output (Hasil Produksi)
ü  Mendorong Penanaman Modal Spekulatif Menyebabkan Tingkat Bunga Meningkat dan Akan Mengurangi Investasi
ü  Menimbulkan Ketidakpastian Keadaan Ekonomi di Masa Depan
ü  Menimbulkan Masalah Neraca Pembayaran

E.     CARA MENGATASI INFLASI
      Usaha untuk mengatasi terjadinya inflasi harus dimulai dari penyebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya. Secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar.
      Berikut ini, Anda beberapa kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi, yaitu:
1.      Kebijakan Moneter
            Menurut teori moneter klasik, inflasi terjadi karena penambahan jumlah uang beredar. Dengan demikian, secara teoretis relatif mudah untuk mengatasi inflasi, yaitu dengan mengendalikan jumlah uang beredar itu sendiri. Kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Ketika jumlah uang beredar terlalu

                        Jenis-jenis Kebijakan Moneter
·         Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)
            Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)
·         Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)
            Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

            Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
·         Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
            Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah.
·         Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
            Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum.
·         Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
            Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.
·         Imbauan Moral (Moral Persuasion)
            Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi.

2.      Kebijakan Fiskal
            Bagaimana kebijakan fiskal dapat mengendalikan inflasi? Seperti Anda ketahui, kebijakan fiskal adalah kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan fiskal dilakukan pemerintah untuk mengurangi inflasi adalah mengurangi pengeluaran pemerintah, menaikkan tarif pajak dan mengadakan pinjaman pemerintah.

            Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter.  yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
·         Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
·         Pola persebaran sumber daya
·         Distribusi pendapatan
           
            Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

3.      Kebijakan Non-Moneter dan Non- Fiskal
            Selain kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, pemerintah melakukan kebijakan nonmoneter/ nonfiskal dengan empat cara, yaitu:
·         Menaikkan hasil produksi.
·         Menstabilkan upah (gaji).
·         Pengamanan harga, serta
·         Distribusi barang.\
LAPORAN INFLASI (Indeks Harga Konsumen)
Berdasarkan perhitungan inflasi tahunan
F.     TINGKAT INFLASI DI INDONESIA
Bulan Tahun
Tingkat Inflasi
Oktober 2014
4.83 %
September 2014
4.53 %
Agustus 2014
3.99 %
Juli 2014
4.53 %
Juni 2014
6.70 %
Mei 2014
7.32 %
April 2014
7.25 %
Maret 2014
7.32 %
Februari 2014
7.75 %
Januari 2014
8.22 %
Desember 2013
8.38 %
Nopember 2013
8.37 %
Oktober 2013
8.32 %
September 2013
8.40 %
Agustus 2013
8.79 %
Juli 2013
8.61 %
Juni 2013
5.90 %
Mei 2013
5.47 %





           Semoga pembahasan diatas tentang Pengertian Inflasi bisa bermanfaat bagi anda semua. Dan apa bila ada dari anda yang menemukan kesalahan baik berupa penulisan atau pun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama, Thank you.











DAFTAR KEPUSTAKAAN

Putong, Iskandar.2008.Pengantar Mikro dan Makro.Jakarta.Mitra Wacana Media.

Manulanggang, M.1993.Ekonomi Moneter.Jakarta.Ghalia